MANOKWARI, KOMPAS.com - Hampir dua bulan pascabanjir bandang di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat, ribuan korban masih bertahan di tiga lokasi pengungsian di Manokwari, ibu kota Papua Barat. Sejumlah korban mengaku sudah jenuh berada di pengungsian dan ingin segera kembali ke Wasior.
Ribuan korban banjir itu mengungsi di area Pusat Diklat Kehutanan di kawasan Fasharkan, lapangan Kodim Manokwari, dan area kantor Distrik Ransiki.
Sekretaris Posko Induk Penanggulangan Banjir di Wasior, Zeth Numberi, Jumat (19/11/2010), mengatakan para korban banjir ini semula akan dikirim kembali ke Wasior tanggal 16 November lalu atau bersamaan dengan berakhirnya masa transisi tanggap darurat.
"Namun karena 93 unit hunian sementara yang akan dipakai untuk menampung para korban banjir di Wasior belum tuntas pembangunannya, proses pemulangan ditunda. Diperkirakan baru awal Desember hunian sementara beres," ujar Zeth.
Sementara sejumlah korban banjir yang mengungsi di area Pusat Diklat Kehutanan dan lapangan Kodim Manokwari yang ditemui Kompas berharap pembangunan hunian sementara di Wasior bisa segera tuntas, sehingga mereka bisa segera kembali ke Wasior.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang